Bagikan

infosindo.id | Nunukan, Kaltara — Seorang guru agama di SDN 001 Sebatik Tengah diduga mengalami depresi akibat tekanan yang dialaminya di lingkungan kerja. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya keluhan dari pihak keluarga dan rekan sesama guru yang menyebutkan adanya perlakuan tidak menyenangkan dari pimpinan sekolah. (02/02/2026).

Menurut informasi dari keluarga korban (Skn) seharus Surat Keputusan (SK) dari atasan harus sesuai penempatan mengajar namun itu tidak terjadi, saat ini korban guru (H) mengalami depresi dari atasannya.

Guru yang telah mengabdi beberapa tahun itu disebut kerap mendapat tekanan psikologis berupa teguran kasar di depan umum, beban kerja yang dinilai tidak proporsional, serta komunikasi yang kurang baik dari kepala sekolah. Kondisi tersebut diduga berdampak pada kesehatan mental yang bersangkutan hingga harus menjalani perawatan dan beristirahat dari aktivitas mengajar.

Salah seorang rekan guru, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa perubahan sikap korban sudah terlihat sejak beberapa bulan terakhir.

“Beliau sering terlihat murung dan menarik diri. Kami khawatir karena sebelumnya beliau dikenal aktif dan berdedikasi,” ujarnya.
Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa kondisi psikologis guru tersebut memburuk akibat tekanan yang terus-menerus di tempat kerja. Mereka berharap ada perhatian serius dari dinas terkait agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah SDN 001 Sebatik Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh awak media.

Dinas Pendidikan setempat diharapkan dapat turun tangan untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan guna memastikan permasalahan ini ditangani secara adil dan profesional. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan manusiawi, khususnya di dunia pendidikan. (45-RI).

By redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *